BERITA POPULER
Rapat Paripurna DPRD Kota Medan Sampaikan Rekomendasi terhadap LKPJ Pemko Medan TA 2024
2025-03-26 ADVERTORIAL
DPRD Medan Gelar Paripurna Laporan Reses Pertama 2024 Dapil 1 s/d 5,Masalah Insfrastruktur,Kesehatan,Pendidikan dan Kesejahteraan Sosial Banyak Dikeluhkan
2024-02-20 ADVERTORIAL
 OLAH RAGA
Kejuaraan Dankosek I Offroad Competition 2024 Resmi Ditutup, Ribuan Penonton Tumpah Ruah
2024-10-28 OLAHRAGA
Target 5 Emas, Binaraga Sumut Andalkan Prestasi Internasional di PON Aceh-Sumut
2024-07-26 OLAHRAGA
 BERITA UMUM
Ricuh! Pemilihan Ketua Koordinator Wartawan Unit Pemko Medan Dinilai Tidak Sah
2024-03-06 UMUM
HUT ke 7 SMSI Sumut Luncurkan Buku Ekspedisi Kaldera Toba: Ajakan Peduli Ekosistem dan Majukan Pariwisata Danau Toba
2024-03-09 UMUM
Koordinator Wartawan Unit DPRD Medan dan YLMI Bagikan Takjil di Bulan Ramadhan
2024-04-05 UMUM
Prof. Pdt. Elly Sri K Tumangger Berbagi Dana Kesehatan untuk Staf Marketing
2024-04-22 UMUM
PELINDO MULTI TERMINAL SELARASKAN STRATEGI TRANSFORMASI PELABUHAN NONPETIKEMAS DENGAN PENGEMBANGAN SDM
2024-05-15 UMUM
Kebakaran Melanda Belawan Bahari, 5 Rumah Hangus Terbakar
2024-05-24 UMUM
Pencemaran Lingkungan Diduga Terjadi di Pabrik PT SJA Sei Buluh Perbaungan, Warga Keluhkan Limbah Berbahaya dan Beracun
2024-05-29 UMUM
2026-07-12 POLITIK
MEDAN || RAGAMBERITAKOTA.COM - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B., menghadiri sekaligus membuka kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang digelar di SDN 060878, Jalan Gunung Krakatau, Kelurahan PBD 1, Kecamatan Medan Timur.
Dalam arahannya, Wong Chun Sen menyoroti pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan pendidikan, salah satunya melalui perwujudan pola Sekolah Ramah Anak (SRA).
Keadilan Pendidikan dan Peran Guru
Wong Chun Sen menegaskan bahwa keadilan dalam pendidikan harus selaras dengan implementasi Sila Kelima Pancasila. Ia mengimbau para tenaga pendidik agar tidak membeda-bedakan latar belakang peserta didik.
"Sebagai guru pendidik, mereka harus menyamaratakan. Mereka adalah anak-anak yang harus kita didik, kita bina, dan diberikan ilmu pengetahuan. Kita didik mereka menjadi orang yang beretika dan bermoral," ujar Wong Chun Sen didampingi Kasi Kesos Medan Timur Sutan H Daulay, Sekretaris Lurah PBD 1 Risma Ria Siregar, Kesbangpol Pemko Medan Donald R Simanjuntak serta tokoh masyarakat dari PPM, Pujaketarub, dan Kader PDIP.
Ia menambahkan, pendidikan inklusif merupakan instrumen keadilan sosial di mana setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, budaya, gender, maupun kondisi disabilitas.
Menolak Keras Kekerasan di Sekolah
Berdasarkan data yang dipaparkannya, tantangan dunia pendidikan saat ini masih diwarnai oleh tindakan kekerasan di sekolah, yang meliputi kekerasan seksual (42%), perundungan atau bullying (31%), serta kekerasan psikis dan fisik.
Ketua DPRD Medan ini mengingatkan bahwa dampak dari kekerasan dan intoleransi tersebut bersifat multidimensional serta dapat merusak mental anak dalam jangka panjang.
"Dampak jangka panjangnya, intoleransi yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi radikalisme dan melemahkan kualitas demokrasi serta kohesi sosial bangsa. Oleh karena itu, sejak awal jangan kita biarkan," tegasnya.
Empat Konsep Dasar Sekolah Ramah Anak
Lebih lanjut, Wong Chun Sen menjabarkan empat konsep dasar yang harus dimiliki oleh Sekolah Ramah Anak yang berbasis Pancasila, yaitu:
Mengubah Paradigma: Mengubah pola "mengajar" menjadi pembimbing, orang tua, dan sahabat bagi anak.
Memberikan Teladan: Menampilkan perilaku yang benar dalam interaksi sehari-hari.
Memastikan Perlindungan: Orang dewasa harus terlibat penuh dalam melindungi anak.
Keterlibatan Aktif: Memastikan orang tua dan anak terlibat aktif dalam memenuhi komponen SRA.
Peran Krusial Orang Tua
Di akhir pemaparannya, Wong Chun Sen juga mengingatkan para orang tua agar tidak sepenuhnya menyerahkan urusan mendidik anak kepada pihak sekolah.
Hubungan emosional yang kuat antara orang tua dan anak di rumah menjadi fondasi utama mencegah anak terjerumus ke dalam lingkungan yang negatif, seperti tawuran atau komunitas anak pang.
"Anak-anak kita itu harus kita didik menjadi energi yang positif. Sekolah Ramah Anak adalah sekolah yang menempatkan anak sebagai subjek, bukan objek. Artinya, setiap kebijakan, interaksi, dan proses pembelajaran harus berpihak pada kepentingan terbaik untuk anak-anak," ucap Wong.(rbk//mn)
 TINGGALKAN KOMENTAR
 TEMUKAN JUGA KAMI DI
 Facebook   Instagram   WhatsApp Ikuti media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru setiap harinya
 BERITA TERBARU
Solusi Banjir Sempakata Tak Kunjung Ada, Warga Korban Temui Ketua DPRD Kota Medan
2026-07-07 POLITIK
 TAG BERITA
 PEMERINTAHAN
Buka Sosialisasi Transisi PAUD ke SD, Ny Kahiyang Ayu: Hindari Terjadinya Stres Pada Anak
2023-11-08 PEMERINTAHAN
 TNI/POLRI
 HUKUM
Mabuk, David Chandra Aniaya Pengacara Kondang Sun Sin SH MH /// Jari Tangan Patah Dihantam Kursi
2024-07-10 HUKUM
Guru Sampoerna Academy Medan Lapor ke Disnaker Sumut: Dipecat Tanpa Pesangon
2024-07-31 HUKUM
Kejaksaan Negeri Medan Ajak SMSI Medan Jadi Benteng Terdepan Lawan Hoaks
2024-10-11 HUKUM
HUKUM
Pengacara Kota Medan Dedi Ismanto Menerima Audiensi SMSI, Harap Sinergi Antara Media Dan Kuasa Hukum Semakin Solid
2024-10-11 HUKUM
Jln.Platina VII Komp Deli Indah Blok C No 4 Lk I Kel. Titi Papan, Kec. Medan Deli, Kota Medan, Sumatra Utara, 20244
Telp : (+62) 813-7014-0868
© Ragam Berita Kota 2024|PT. Media Ragam Sehati