Dugaan Kaolin Ilegal Kembali Masuk PT Jui Shin Indonesia:Bungkam Soal Dirut Chang Jui Fang Mangkir Dari Panggilan Polda Sumut
MEDAN || RAGAMBERITAKOTA.COM - Sempat berhenti sekitar beberapa Minggu pasca ramai diberitakan media, lalu kini penambangan tanah kaolin diduga ilegal di Desa Bandar Pulau Pekan, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan kembali beroperasi. Selasa (25/6/2024).
Tanah kaolin yang ditambang lalu ditumpuk di Desa Pulau Raja, Kecamatan Pulau Rakyat-Asahan, diperkirakan jaraknya 5- 6 kilometer dari lokasi penambangan.
Akibat maraknya penambangan tanah kaolin diduga ilegal di beberapa desa di Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan itu, dan tanpa dlakukan reklamasi, pasca tambang, ada warga setempat pernah ditemukan tewas mengapung di lubang bekas tambang yang sudah lama ditinggalkan, yang mirip danau buatan.
Banyak dampak buruk terhadap lingkungan hidup, terhadap ekonomi masyarakat sekitar, hingga disinyalir menyebabkan kerugian keuangan negara dari aktivitas penambangan tanah kaolin diduga ilegal di desa Bandar Pulau Pekan dan sekitarnya (Kecamatan Bandar Pulau -Kabupaten Asahan).
Perkembangan kasus atas laporan Sunani, pihak Penyidik Ditreskrimum Polda Sumut sudah mengamankan dua unit alat berat ekscavator milik PT Jui Shin Indonesia. Lalu Chang Jui Fang disebut lagi sedang diupayakan dijemput paksa. Pasalnya, Chang Jui Fang tidak hadir memenuhi surat panggilan Penyidik sebanyak 2 kali.
Pihak PT Jui Shin Indonesia menyurati wartawan untuk pertemuan,Selasa(25/6/24)i, dengan 3 orang pihak legal mewakili 3 perusahaan (PT Jui Shin Indonesia, PT BUMI dan CV Sambara). Mereka menyampaikan, bahwa ketiga perusahaan tersebut masing-masing berdiri sendiri dan PT BUMI bukanlah anak perusahaan PT Jui Shin Indonesia. Mendengar pertanyaan tersebut, Asep Suherman sebagai legal PT Jui Shin Indonesia bungkam.
Anehnya, dokumen yang ditunjukkan mereka tidak boleh difoto wartawan dari dekat, maupun diminta sekedar salinannya.
Kepada Direktur Ditreskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Andry Setyawan sudah dicoba konfirmasi melalui seluler dan dikirimi pesan. Namun hingga berita dimuat belum ada jawaban. Rabu (26/6/2024).
Sementara itu, Kades Gambus Laut Zaharuddin yang kembali dikonfirmasi, mengatakan dirinya baru agak sedikit mendingan dari sakit kemarin."Baru agak bisa enak badan ku Bang," katanya.
"Sekaligus foto saya yang diambil secara diam-diam itu, lalu dimuat di beberapa media tanpa seizin saya, sebab kedatangan ke empatnya mengaku dari PT Jui Shin Indonesia, itukan satu kejadian dengan yang saat mendesak saya agar membuat keterangan tanah Bu Sunani tumpang tindih, sedang dirundingkan lah dengan keluarga," jelas Kades.
Ketua LSM GEBRAK mengatakan,soal lembaga dipimpinnya diduga disebut sebagai LSM abal-abal oleh salah seorang dari 4 yang mendatangi kediaman Kepala Desa Gambus Laut, Zaharuddin, sekitar dua hari lalu.
"Tunggu saja laporan saya dan panggilan terhadap saudara. Apa dasar dia mengatakan Gebrak LSM abal-abal, apa karena tanggapan saya keras dan dia tak suka? Itu harus dijelaskannya dalam waktu dekat ini." ujar Donald.
Sambungnya lagi, "Intinya, kalau bicara itu haruslah disertai bukti. Bila lengkap semua izin-izinnya, apa susahnya menunjukan agar difoto wartawan, kan yang bila berbentuk privasi bisa diminta diblur atau dikaburkan. Banyak cara bisa dilakukan dalam memberikan dokumen penting supaya yang tak ingin terekspos bisa terjaga, kalau terkesan disembunyi-sembunyikan malah publik, apalagi wattawan bisa semakin bertambah curiga," tutupnya.(Red//rbk)
